Tiket Masuk Tebing Breksi 2026: Harga, Jam Buka & Rute

Dinding tebing bekas tambang di Tebing Breksi, Sleman/Foto: Firzafp/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Sekali.id – Tiket masuk Tebing Breksi untuk wisatawan domestik Rp10.000 per orang pada Senin-Jumat dan Rp15.000 pada Sabtu, Minggu, serta libur nasional. Tarif ini berlaku sejak 1 Januari 2025 dan masih menjadi acuan saat kami cek pada 7 Oktober 2026.

KomponenSenin-JumatSabtu, Minggu, libur nasional
Tiket wisatawan domestikRp10.000Rp15.000
Tiket wisatawan mancanegaraRp20.000Rp30.000
Parkir motor / mobil (catatan media)Rp2.000 / Rp5.000Rp2.000 / Rp5.000
Parkir elf / bus (catatan media)Rp15.000 / Rp25.000Rp15.000 / Rp25.000
Jam buka08.00-23.00 WIB08.00-23.00 WIB

Bekas tambang batu di Sambirejo, Prambanan, Sleman ini paling ramai menjelang senja. Di bawah ada rincian biaya, rute dari Malioboro, Bandara YIA, dan Prambanan, plus jadwal datang sore sampai malam supaya Sobat Sekali tidak berebut parkir.

Tiket Masuk Tebing Breksi

Pengelola mengumumkan tarif ini lewat akun resminya pada 26 Desember 2024. Wisatawan mancanegara membayar dua kali lipat, yaitu Rp20.000 di hari kerja dan Rp30.000 di akhir pekan.

Tarif anak dan batas usia gratis tidak tercantum dalam pengumuman itu. Tanyakan dulu ke kontak pengelola di 0821-3330-9120 bila membawa balita.

Tarif parkir belum kami temukan di kanal resmi pengelola. Catatan Telkomsel (November 2024) menyebut motor Rp2.000, mobil Rp5.000, elf Rp15.000, dan bus Rp25.000.

Ulasan pengunjung pertengahan 2026 di Google Maps masih menyebut Rp5.000 untuk mobil. Tempo pernah menulis Rp3.000 untuk motor, jadi siapkan uang kecil sedikit lebih.

Pengeluaran terbesar justru jip wisata. Sewa jip dari area Breksi sekitar Rp360.000 per jip untuk maksimal empat orang menurut catatan Telkomsel tahun 2024.

Produk jip di aplikasi perjalanan yang tampil di Google Maps dihargai sekitar Rp408.000. Pengelola tidak memasang tarif jip resmi, jadi pastikan rute dan durasinya sebelum naik.

Hitungan redaksi untuk berdua naik motor di akhir pekan: 2 × Rp15.000 + Rp2.000 = Rp32.000. Keluarga empat orang naik mobil di hari kerja cukup Rp45.000, belum termasuk jajan.

Jam Buka dan Tips Datang Sore

Per 7 Oktober 2026, bio Instagram resmi @tebingbreksi.yogyakarta menulis operasional setiap hari pukul 08.00-23.00 WIB. Akun ini kini jadi kanal utama karena akun lama @tebingbreksi_official dilaporkan diretas.

Tapi Google Maps menulis buka 24 jam? Listing utama memang begitu, sementara listing lain di Maps malah menulis 07.00-22.00. Kami tetap memegang jam dari pengelola, karena itulah jam loket dan petugas.

Restoran Balkondes Sambirejo di dalam area tutup pukul 20.30 menurut Google Maps. Artinya, makan malam sebaiknya diselesaikan sebelum jam itu.

Data pengelola yang dikutip Harian Jogja mencatat 24.338 pengunjung pada Juni 2026, dengan puncak harian 2.288 orang pada 28 Juni. Grafik Google Maps menunjukkan jam terpadat di hari biasa jatuh pukul 16.00-17.00.

Matahari terbenam di Yogyakarta sepanjang Oktober 2026 sekitar pukul 17.32-17.33 WIB, dan langit masih terang sampai kira-kira 17.53 menurut timeanddate. Datanglah sekitar 15.30 supaya sudah parkir sebelum puncak keramaian.

Kesalahan yang sering terjadi: menyisakan jip untuk acara terakhir. Kantor jip di area Breksi tutup pukul 17.00 menurut Google Maps, jadi naik jip dulu baru mengejar senja.

  • Pakai alas kaki bersol kasar, karena jalur ke puncak berupa tangga batu.
  • Saat musim libur, panggung biasanya ramai sampai malam; libur Natal-Tahun Baru 2025/2026 mencatat 22.370 pengunjung menurut Dinas Pariwisata Sleman.
  • Cek jadwal acara di akun Instagram baru, bukan akun lama yang sudah diretas.
  • Selesaikan makan malam sebelum 20.30 bila ingin makan di Balkondes.
Baca Juga:  7 Wisata Dekat Stasiun Bandung: Rute Jalan Kaki & Tips Tas

Daya Tarik di Tebing Breksi

Penambangan batu di bukit ini dihentikan pada 2014 setelah kajian menunjukkan batuannya terbentuk dari aktivitas vulkanik purba. Sri Sultan Hamengku Buwono X meresmikannya sebagai destinasi wisata pada 30 Mei 2015.

Statusnya kini lebih dari tempat foto. Kepmen ESDM Nomor 13.K/HK.01/MEM.G/2021 memasukkan Tebing Breksi sebagai warisan geologi peringkat nasional, dan Juli 2025 situs ini ikut masuk Geopark Nasional Jogja.

1. Dinding Bekas Tambang dan Ukiran

Tebing batu breksi dengan bekas potongan tambang vertikal di bawah langit biru berawan, Tebing Breksi Sleman
Tebing bekas tambang batu breksi, siang hari/Foto: Ldestriani/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Dinding tebingnya setinggi sekitar 30 meter menurut Telkomsel. Bekas potongan tambang yang lurus vertikal masih terlihat jelas, seperti lapisan kue lapis yang diiris pisau besar.

Seniman lokal mengukir sebagian dinding dengan relief wayang Arjuna, naga bermahkota, dan sosok Semar. Ukiran paling enak difoto saat matahari sudah rendah, ketika bayangan pahatan jadi tegas.

2. Amfiteater Tlatar Seneng

Amfiteater terbuka dengan tribun bertingkat dan panggung rumput bundar, di belakangnya parkiran bus wisata di Tebing Breksi
Amfiteater dan parkir bus Tebing Breksi/Foto: Ardhan Febriansyah/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Panggung terbuka di kaki tebing ini punya arena berdiameter sekitar 15 meter menurut Tempo. Saat libur Lebaran Maret 2026, pengelola menggelar live music dan tari dengan banyak sesi pukul 17.00-21.00 WIB.

Pada September 2026 akun resmi juga mempromosikan Tari Topeng Ireng saat senja. Jadwal pertunjukan tidak setiap hari, jadi cek unggahan terbaru sebelum berangkat.

3. Puncak Tebing dan Panorama Sleman

Pemandangan perbukitan hijau dan dataran Sleman di bawah langit mendung dilihat dari atas Tebing Breksi
Panorama Sleman dari atas Tebing Breksi/Foto: Firzafp/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Dari puncak tebing, portal wisata Pemda DIY Visiting Jogja menyebut Candi Prambanan, Candi Barong, Candi Sojiwan, dan Gunung Merapi bisa terlihat. Saat cuaca cerah, Kota Yogyakarta juga tampak di kejauhan.

Jalan ke atas berupa anak tangga, dan Google Maps mencatat tidak ada pintu masuk khusus kursi roda. Untuk lansia, cukup menikmati tebing dari pelataran bawah.

Rute ke Tebing Breksi

Tebing Breksi berada di Jalan Desa Lengkong, Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Sleman, sekitar 850 meter sebelum Candi Ijo. Hati-hati dengan listing Maps bernama “Tebing Breksi official”, karena nomornya berbeda dari kontak pengelola.

Baca Juga:  10 Pantai Terindah di Bali yang Wajib Masuk Daftar Liburan
Titik berangkatJarakWaktu tempuh
Tugu Jogja18,2 km38 menit (mobil)
Malioboro19,4 km41 menit (mobil)
Bandara YIA65,2 km1 jam 43 menit (mobil)
Candi Prambanan6,7 km15 menit
Keraton Ratu Boko3,1 km7 menit

Angka di tabel adalah perkiraan Google Maps pada Rabu, 7 Oktober 2026 sekitar pukul 10.35 WIB. Sore hari dan akhir pekan, sisihkan waktu lebih karena jalan menuju parkir ikut padat.

Dari Malioboro, rute Maps melewati Jalan Raya Solo-Yogyakarta ke arah Prambanan. Dari sana, ikuti jalan menuju Ratu Boko lalu Jalan Candi Ijo sampai gerbang Breksi.

Sekalian ke Candi Sekitar

Keraton Ratu Boko buka 07.00-17.00 WIB, dengan tiket WNI dewasa Rp40.000 di hari kerja dan Rp60.000 di akhir pekan. Anak 3-10 tahun membayar Rp20.000 dan Rp30.000, menurut halaman tiket InJourney yang kami cek 6 Oktober 2026.

Tiket terusan Ratu Boko-Prambanan untuk dewasa Rp85.000 di hari kerja dan Rp100.000 di akhir pekan, hanya dijual di loket. Tiket Prambanan saja untuk WNI dewasa Rp50.000 dan Rp65.000 menurut InJourney (Juni 2026).

Candi Ijo, tetangga terdekat Breksi, mematok Rp15.000 dan buka 08.00-17.00 menurut RRI (Juli 2026). Ratu Boko dan Candi Ijo tutup pukul 17.00, sedangkan Breksi buka sampai 23.00.

Urutan yang paling masuk akal menurut kami: Prambanan pagi, Ratu Boko siang, lalu Breksi sore. Pilihan lain untuk menutup hari ada di daftar tempat wisata sore di Jogja.

Selepas gelap, perjalanan bisa diteruskan ke wisata malam Jogja di pusat kota, sekitar 40 menit berkendara.

Tiket Breksi cuma Rp15.000; yang mahal adalah datang pukul 17.00 lalu menghabiskan senja di antrean parkir.

Baca Lainnya 😉