

Sekali.id – “Angkringan mana di Jogja yang masih buka jam tiga pagi?” Jawabannya bukan Lik Man atau deretan kopi joss di Pasar Kembang. Dari tujuh angkringan yang kami cek, hanya Jaman Edan, Pak Idung, dan Pak OKE yang tercatat buka 24 jam setiap hari.
Ikon kopi joss di sekitar Stasiun Tugu justru tutup antara tengah malam dan pukul 02.00. Sobat Sekali yang turun dari kereta dini hari sebaiknya langsung menuju tiga nama pertama.
Semua jam di bawah ini kami ambil dari tabel jam mingguan Google Maps tiap tempat pada 7 Oktober 2026. Kisaran harga adalah laporan pengunjung di Google Maps, dihitung per orang, bukan per tusuk.
| Angkringan | Area | Jam buka | Status | Kisaran per orang |
|---|---|---|---|---|
| Angkringan Jaman Edan | Jl. Margo Utomo, Jetis | 24 jam | Nonstop | Belum ada data |
| Angkringan Pak Idung | Jl. P. Mangkubumi, Jetis | 24 jam | Nonstop | Rp1.000–25.000 |
| Angkringan Pak OKE | Belakang Ambarrukmo Plaza, Sleman | 24 jam | Nonstop | Rp1.000–25.000 |
| Kopi Joss Lek No | Jl. Pasar Kembang | 15.00–02.00 | Sampai dini hari | Rp1.000–25.000 |
| Angkringan Kopi Jos Lik Man | Utara Stasiun Tugu | 16.00–01.00 | Sampai dini hari | Rp1.000–25.000 |
| Angkringan Kopi Joss Tiara | Jl. Pasar Kembang | 15.45–00.00 | Sampai tengah malam | Rp1.000–25.000 |
| Angkringan Kopi Jos Pak Agus | Jl. P. Mangkubumi | 17.00–00.00 | Sampai tengah malam | Rp1.000–25.000 |
Rentang Rp1.000–25.000 itu lebar karena satu orang bisa hanya pesan teh, bisa juga tiga bungkus nasi kucing dan lima tusuk sate.
Ketiganya bukan nama besar, dan justru itu kelebihannya. Antrean lebih pendek, dan gerobaknya tetap menyala ketika lapak legendaris sudah dibereskan.
Jaman Edan ada di Jalan Margo Utomo, ruas yang dulu bernama Jalan Mangkubumi, tidak jauh dari Tugu. Rating Google-nya 4,5 dari 315 ulasan.
Ulasan pengunjung paling sering membahas harga dan menu. Beberapa menyebut pilihannya tidak terbatas pada menu angkringan standar.
Pak Idung juga berada di poros Mangkubumi, dekat Tugu. Ulasannya baru 37, tetapi ratingnya 4,9, tertinggi di daftar ini.
Untuk penumpang kereta yang tiba lewat tengah malam, Pak Idung dan Jaman Edan adalah dua opsi terdekat dari Tugu yang tetap buka. Lokasinya cukup ditandai dengan kode Plus Code karena tidak memakai nomor rumah.
Pak OKE berada di belakang Ambarrukmo Plaza, Sleman, jauh dari keramaian Malioboro. Ratingnya 4,6 dari 170 ulasan.
Pengunjung banyak menyebut nasi, sayur, dan lauknya, plus televisi yang menemani pengunjung. Cocok bagi yang menginap di kawasan Jalan Laksda Adisucipto atau Seturan.
Empat nama ini yang paling sering muncul ketika orang mencari kopi joss Jogja. Mereka ramai, murah, dan dekat stasiun, tetapi semuanya punya jam tutup.
Situs resmi Dinas Pariwisata DIY, Visiting Jogja, menyebut Lik Man sebagai pelopor angkringan yang pertama menyajikan kopi joss. Lik Man mewarisi usaha itu pada 1969, sementara usaha itu sendiri sudah ada sejak 1950-an.
Dengan 4.078 ulasan dan rating 4,5, ini angkringan paling ramai di daftar. Menu populernya kopi jos, kopi jos susu, wedang jahe susu, nasi kucing oseng tempe atau sambal teri, sate telur puyuh, dan sate bakso ayam.
Menurut kami, datang selepas magrib lebih nyaman untuk mendapat tempat lesehan. Makin malam, trotoar makin penuh.
Lik Man juga punya cabang Selasar Malioboro di Jalan Pasar Kembang. Jam tutup cabang ini belum bisa kami pastikan, jadi jangan jadikan andalan untuk dini hari.
Lek No di Jalan Pasar Kembang adalah ikon kopi joss yang paling larut tutupnya, pukul 02.00. Ratingnya 4,5 dari 457 ulasan.
Buka sejak pukul 15.00, tempat ini juga bisa jadi pilihan sore sebelum jalan-jalan ke Malioboro.
Tiara bertetangga dengan Lek No di Pasar Kembang dan tutup tepat tengah malam. Ratingnya 4,4 dari 906 ulasan.
Topik ulasan yang muncul paling sering adalah arang, sate, pengamen, dan nasi kucing. Siapkan uang receh, karena pengamen memang bagian dari suasana di ruas ini.
Pak Agus ada di Jalan Mangkubumi bagian selatan, dekat Malioboro. Rating 4,1 dari 1.137 ulasan membuatnya yang terendah di daftar ini, meski tetap ramai.
Buka paling sore, pukul 17.00, dan tutup tengah malam. Pilih tempat ini kalau tujuannya kopi joss setelah makan malam, bukan untuk begadang.

Nasi kucing adalah nasi porsi kecil dengan sedikit lauk, biasanya tempe, teri, atau sambal, dibungkus daun pisang. Pendampingnya sate usus, telur puyuh, ayam, jamur, gorengan, dan kerupuk yang dijajar di atas gerobak.
Kopi joss adalah kopi hitam panas yang dicelup arang membara. Menurut Visiting Jogja, namanya diduga berasal dari bunyi desis ketika arang masuk ke gelas.
Soal harga, catatan Visiting Jogja tahun 2019 menyebut item di Lik Man mulai Rp1.000. Angka itu sudah lama, jadi pakai rentang Google Maps di atas sebagai patokan.
Kami tidak menemukan daftar harga per tusuk yang resmi untuk tempat-tempat ini. Cara paling aman: tanyakan total sebelum membayar, karena penjual menghitung dari tusuk dan bungkus yang kamu ambil.
Kopi joss dengan arang memang identik dengan angkringan Tugu. Bagi yang sedang menghindari kopi, wedang jahe susu ada di menu Lik Man.

Setelah sate dan kopi, banyak orang Jogja menutup malam dengan wedang ronde. Kuah jahe hangat berisi bola ketan, kacang, dan potongan roti ini cocok saat angin malam terasa dingin.
Mbah Payem berjualan di Jalan Kauman, dekat Alun-alun Utara. Ratingnya 4,6 dari 760 ulasan, dengan kisaran Rp1.000–25.000 per orang.
Perhatikan jam hari Selasa yang lebih pendek. Pada hari itu warung tutup pukul 22.00, bukan tengah malam.
Lek Dhie berada di mulut Jalan Dagen, Malioboro, sehingga mudah dijangkau dari hotel di kawasan itu. Ratingnya 4,9 dari 544 ulasan.
Warung ini buka pukul 17.30 sampai tengah malam, kadang sampai 00.30. Harganya belum tercatat di Google Maps, jadi tanyakan dulu sebelum memesan.
Rute malam yang enak: kopi joss di Tugu, lalu jalan kaki ke Malioboro untuk ronde. Ide jalan-jalan malam lainnya ada di daftar wisata malam Jogja. Bila lapar berat menjelang subuh, gudeg Jogja yang buka 24 jam di Wijilan juga bisa jadi pilihan.
Sebelum berangkat, simpan pin Jaman Edan atau Pak Idung di Google Maps. Kalau keretamu tiba lewat pukul 01.00, dua tempat itulah yang paling dekat dari Stasiun Tugu dan masih menyala.