

Sekali.id – Jejamuran di Sleman sudah mengumpulkan lebih dari 28 ribu ulasan di Google Maps, dan The House Of Raminten lebih dari 21 ribu. Angka sebesar itu jarang dimiliki restoran mana pun, dan artinya buat kamu: dua tempat ini sudah teruji ramai, jadi datanglah di luar jam makan.
Sobat Sekali, daftar ini memilih restoran duduk yang cocok untuk makan bersama keluarga atau menjamu tamu, bukan warung legendaris. Rating, alamat, dan kisaran harga dicek di Google Maps pada 3 Oktober 2026, sedangkan jam buka diambil dari akun resmi masing-masing.
Kisaran harga adalah laporan pengunjung Google Maps per orang. Tiga area utama yang dibahas: kawasan Keraton, Kotagede, dan pusat kota, ditambah satu di Sleman.
| Restoran | Area | Masakan | Rating Google |
|---|---|---|---|
| Bale Raos | Keraton | Hidangan keraton | 4,5 (6.500) |
| Gadri Resto | Keraton | Hidangan keraton | 4,5 (540) |
| Sekar Kedhaton | Kotagede | Jawa | 4,5 (2.927) |
| Omah Dhuwur | Kotagede | Jawa modern | 4,5 (2.269) |
| The House Of Raminten | Kotabaru | Jawa | 4,5 (21.402) |
| Mediterranea | Tirtodipuran | Prancis & Mediterania | 4,7 (10.273) |
| Jejamuran | Pandowoharjo, Sleman | Olahan jamur | 4,6 (28.236) |
Bale Raos berada di Jalan Magangan Kulon, di dalam lingkungan Keraton Yogyakarta. Restoran ini menyajikan menu yang disebut sebagai hidangan kegemaran para Sultan, lengkap dengan cerita di balik tiap sajian.
Di halaman menu Google, Beer Jawa termasuk item yang paling sering diulas, selain gudeg manggar dan bestik lidah. Kisarannya Rp50.000–150.000 per orang.
Gadri Resto menempati Ndalem Joyokusumo di Jalan Rotowijayan, tidak jauh dari Bale Raos. Akun resminya menyebut resep yang dipakai berasal dari BRAy Nuraida Joyokusumo, dan restoran ini berdiri sejak 1988.
Menu khasnya Nasi Blawong, yang menurut akun resmi disajikan khusus pada hari weton Sultan. Ulasannya baru 540, jadi suasananya cenderung lebih tenang dibanding restoran keraton yang lain.
Sekar Kedhaton menyebut dirinya restoran heritage di Kotagede, dengan bangunan rumah lama sebagai ruang makannya. Selain makan biasa, tempat ini sering dipakai untuk makan malam perusahaan dan acara keluarga.
Untuk ulang tahun Kota Yogyakarta, ada diskon 15% pada 7 Oktober 2026 dan diskon 10% minuman pada 4–11 Oktober 2026. Syarat dan ketentuannya bisa ditanyakan lewat WhatsApp resmi.
Omah Dhuwur di Jalan Mondorakan mengusung masakan Jawa modern di rumah tradisional Kotagede. Salah satu menu yang dipromosikan akun resminya adalah Empal Gepuk Jagalan, empal sapi dengan nasi, sambal, dan lalapan.
Bio Instagram mencantumkan jam 10.00–22.00, sementara unggahan 30 September 2026 menulis 10.00–21.00. Kalau datang malam, lebih aman tiba sebelum jam sembilan.
Raminten di Kotabaru adalah pilihan paling ramah kantong di daftar ini, Rp25.000–50.000 per orang. Suasananya kental budaya Jawa, dan akun resminya menyebut ada pertunjukan seni tradisional untuk menemani makan.
Jam bukanya juga paling panjang, sampai tengah malam setiap hari. Salah satu menu yang sedang dipromosikan adalah Rantang Hayu, bistik sapi ala Jogja dengan telur, sosis, dan sayuran.
Mediterranea di Jalan Tirtodipuran menyajikan masakan Prancis dan Mediterania, dan rating 4,7-nya tertinggi di daftar ini. Akun resminya menyebut Duck Confit sebagai menu andalan, kini ditemani Magret de Canard dengan risotto jamur.
Kisarannya Rp75.000–225.000 per orang. Restoran ini buka sejak pagi, jadi bisa juga untuk sarapan.
Jejamuran di Pandowoharjo menyajikan hampir semua menu dari jamur, dari sate sampai rendang. Pengelolanya juga punya kebun jamur sendiri, dan pada September 2026 mulai mengembangkan jamur cordyceps.
Satu hal penting: pada April 2026 akun resminya memperingatkan adanya nomor palsu yang dicantumkan atas nama Jejamuran di Google Maps. Pakai nomor di bawah ini, yang tercantum di akun resmi.
Kalau mencari tempat makan yang lebih sederhana dan bersejarah, lihat juga daftar rumah makan legendaris di Jogja kami.
Dari tujuh restoran ini, mana yang paling ingin kamu coba lebih dulu: hidangan keraton, Kotagede, atau menu serba jamur?