

Solo bukan lagi sekadar kota yang identik dengan suasana tenang “slow living” dan ritme lambat. Dalam beberapa tahun terakhir, kota ini mengalami revitalisasi besar pada ruang publik, destinasi wisata, dan kawasan budaya. Perubahan tersebut membuat Solo menjadi salah satu destinasi paling estetik di Jawa Tengah pada 2026.
Menurut data dari Dinas Pariwisata Kota Surakarta dan laporan wisata BPS Jawa Tengah, kunjungan wisatawan ke Solo meningkat setelah revitalisasi kawasan budaya dan transportasi publik. Hal tersebut membuat Solo semakin nyaman dijelajahi dalam waktu singkat.
Inilah yang membuat Itinerary Solo 2 Hari 1 Malam (2D1N) menjadi pilihan populer untuk short trip. Durasi ini cukup untuk mengeksplorasi ikon budaya keraton sekaligus menikmati tempat-tempat modern yang kini ramai di media sosial.
Panduan ini menggunakan pendekatan “Heritage & Hipster Fusion” yang menggabungkan sisi klasik Solo dengan gaya hidup kekinian yang berkembang pesat di kota ini.
Hari pertama dimulai dari pusat budaya kota dengan menjelajahi sisi sejarah Solo. Kamu akan melihat bagaimana sejarah keraton dapat tetap hidup berdampingan dengan ruang kreatif modern. Banyak yang berlokasi di pusat kota sehingga relatif mudah dijangkau.

Perjalanan pertama dimulai di kawasan Pura Mangkunegaran, salah satu pusat budaya penting di Solo. Kompleks ini berdiri sejak abad ke-18 dan masih aktif menjadi pusat kegiatan budaya Jawa.
Di dalam area keraton terdapat Pracima Tuin, restoran taman keraton yang sempat viral setelah revitalisasi kawasan Mangkunegaran. Banyak pengunjung datang untuk menikmati teh atau brunch sambil berfoto dan menikmati arsitektur klasik khas keraton.
Tips reservasi:
Pracima Tuin memiliki sistem reservasi terbatas. Sebaiknya memesan tempat beberapa hari sebelumnya melalui media sosial atau platform reservasi resmi. Slot pagi biasanya paling populer karena cahaya alami sangat cocok untuk fotografi.

Perjalanan dilanjutkan menuju Pasar Gede Hardjonagoro, pasar tradisional tertua dan terbesar di Solo yang dibangun pada era kolonial.
Di sekitar area pasar, kamu bisa mencicipi Es Dawet Selasih, minuman segar yang sudah terkenal sejak puluhan tahun. Banyak wisatawan juga berburu Nasi Liwet Solo yang disajikan dengan santan gurih, ayam suwir, telur pindang.
Suasana pasar yang ramai dan penuh aroma masakan tradisional memberikan pengalaman kuliner yang autentik.
Baca juga: 5 Kolam Renang Hotel di Solo yang dibuka untuk Umum

Sore hari cocok untuk berjalan santai di Kampung Batik Laweyan. Kawasan ini dulu menjadi pusat perdagangan batik terbesar pada awal abad ke-20.
Gang sempit dengan arsitektur rumah saudagar batik menghadirkan suasana klasik yang sangat fotogenik. Banyak studio batik juga membuka workshop singkat bagi wisatawan yang ingin mencoba membatik.
Bagi pecinta fotografi, Laweyan adalah salah satu tempat paling Instagrammable di Solo.

Saat malam tiba, Solo berubah menjadi lebih hidup di kawasan Koridor Gatot Subroto Ngarsopuro. Kawasan pedestrian yang populer di kalangan anak muda.
Area ini dipenuhi mural, live music jalanan, serta kafe bergaya retro. Sehingga dikenal sebagai koridor kreatif dengan suasana santai dan artistik. Beberapa event seni juga sering berlangsung pada akhir pekan.
Atmosfer malam di koridor ini menunjukkan bagaimana Solo berhasil memadukan budaya klasik dengan gaya hidup urban. Banyak anak muda berkumpul di sini untuk nongkrong atau sekadar menikmati suasana malam Solo yang semakin dinamis.
Hari kedua berfokus pada destinasi modern yang memperlihatkan transformasi kota sekaligus kesempatan berburu oleh-oleh khas.

Mulai pagi di Solo Safari, kebun binatang modern hasil revitalisasi Taman Satwa Taru Jurug.
Konsep baru mengusung open zoo, sehingga pengunjung bisa melihat satwa dalam habitat yang lebih natural. Beberapa area edukasi menampilkan interaksi satwa dan program konservasi.
Menurut laporan pengelola taman pada 2024, jumlah pengunjung meningkat signifikan setelah pembaruan fasilitas dan zona edukasi. Karena melihat satwa tanpa jeruji memberikan kesan yang jauh lebih natural.

Setelah berkeliling Solo Safari, waktunya menikmati kuliner khas Solo yang ikonik. Nah, waktu makan siang menjadi momen terbaik untuk mencicipi Selat Solo, hidangan khas yang memadukan budaya Jawa dan Belanda. Berisi daging sapi, sayuran, kentang, dan kuah manis gurih yang unik.
Tempat populer untuk mencobanya:
Selat Vien’s
Selat Mbak Lies
Setelah makan siang, jangan lewatkan oleh-oleh kuliner klasik Solo di Serabi Notosuman. Serabi ini dimasak menggunakan tungku tradisional sehingga aromanya sangat khas. Pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan serabi yang dipanggang menggunakan tungku arang.
Baca juga: 12 Pantai di Jawa Tengah dengan Panorama Alam Terindah

Sebelum pulang, sempatkan belanja di dua pusat grosir terkenal yaitu Pasar Klewer atau Pusat Grosir Solo. Pasar ini terkenal sebagai pusat batik terbesar di Solo. Banyak wisatawan membeli daster, kain batik, kain lurik, atau souvenir dengan harga grosir.
Tips tawar-menawar:
Mulai dengan menawar sekitar 20–30% dari harga awal, terutama jika membeli lebih dari satu item.
Solo dikenal sebagai kota yang mudah dijelajahi. Banyak destinasi berada dalam radius dekat sehingga perjalanan terasa praktis. Sehingga menggunakan transportasi umum bisa menjadi pilihan yang memudahkan wisatawan untuk berkeliling, misalnya dengan:
Salah satu transportasi umum utama di kota adalah Batik Solo Trans. Sistem bus ini menggunakan pembayaran non-tunai melalui kartu elektronik. Tarifnya relatif murah sehingga cocok bagi wisatawan yang ingin menghemat biaya transportasi. Rutenya juga menjangkau banyak tempat wisata.
Bagi wisatawan dari Yogyakarta, menggunakan KRL Yogyakarta–Solo adalah pilihan paling praktis. Perjalanan hanya sekitar 1 jam dengan harga tiket yang sangat terjangkau. Nah, biasanya Stasiun Solo Balapan atau Stasiun Solo Jebres menjadi titik kedatangan utama bagi wisatawan, terutama yang ingin berkunjung langsung ke Pasar Gedhe.
Beberapa area Solo sangat nyaman untuk dijelajahi dengan berjalan kaki, terutama:
kawasan Mangkunegaran
Koridor Ngarsopuro
area Pasar Gede
Trotoar yang lebar dan tertata membuat pengalaman berjalan kaki terasa menyenangkan.
Baca juga: Situs Ratu Boko: Sunset Terbaik & Sejarah di Atas Bukit
Biaya perjalanan di Solo relatif ramah di kantong. Estimasi berikut membantu merencanakan anggaran perjalanan dua hari.
| Jenis Travelling | Komponen | Estimasi Harga | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Backpacker | Makan | Rp70.000 | Kuliner pasar dan warung lokal |
| Backpacker | Transport | Rp20.000 | Batik Solo Trans |
| Solo Traveler | Tiket wisata | Rp80.000 | Mangkunegaran dan Solo Safari |
| Bersama Teman | Makan | Rp120.000 | Kuliner legendaris |
| Keluarga | Transport | Rp150.000 | Taksi online |
| Luxury | Makan | Rp300.000 | Restoran heritage |
Harga dapat berubah tergantung musim liburan atau event kota.
Solo adalah kota yang bergerak perlahan namun penuh kejutan. Dalam dua hari, Anda bisa berjalan dari kompleks keraton menuju koridor seni modern tanpa merasa terburu-buru.
Itinerary ini menunjukkan bahwa Solo berhasil memadukan warisan budaya, kuliner legendaris, dan ruang kreatif modern. Jangan lupa menyiapkan memori kamera karena hampir setiap sudut kota terasa fotogenik.
Untuk panduan wisata lain yang praktis dan informatif, Anda juga bisa membaca rekomendasi perjalanan terbaru di Sekali.id. Platform tersebut sering membahas destinasi, kuliner, serta tips liburan yang mudah diikuti wisatawan.