

Makassar memiliki pesona yang berbeda ketika matahari mulai terbenam. Jika siang hari identik dengan aktivitas perkotaan yang padat, suasana malam justru menghadirkan pengalaman yang lebih santai. Deretan lampu kota, angin laut yang sejuk, hingga kuliner khas yang mulai ramai membuat banyak wisatawan memilih menjelajahi Makassar setelah senja.
Menariknya, sebagian besar destinasi malam di Makassar berada dalam satu kawasan yang saling berdekatan. Dengan rute yang tepat, kamu bisa mengunjungi beberapa tempat sekaligus tanpa harus bolak-balik melewati jalan yang sama. Perjalanan pun menjadi lebih efisien, hemat waktu, dan tentunya lebih menyenangkan.
Melalui panduan ini, kamu akan menemukan rekomendasi wisata malam di Makassar, lengkap dengan urutan destinasi, waktu terbaik berkunjung, pilihan kuliner di sekitar lokasi, hingga tips agar perjalanan tetap nyaman sampai larut malam.
Sebagian besar tempat wisata di Makassar berada di sepanjang kawasan pesisir sehingga mudah dijangkau dalam satu perjalanan. Agar waktu lebih efektif, kamu bisa mengikuti urutan destinasi berikut yang disusun berdasarkan lokasi dan kenyamanan berpindah tempat.

Perjalanan paling ideal dimulai dari Pantai Losari. Datanglah sekitar pukul 17.30–18.00 WITA agar kamu bisa menikmati suasana matahari terbenam sebelum kawasan ini semakin ramai.
Saat malam tiba, Pantai Losari berubah menjadi pusat aktivitas masyarakat. Banyak pengunjung berjalan santai di tepi pantai, menikmati angin laut, atau duduk bersama keluarga sambil menikmati pemandangan kota yang dipenuhi cahaya.
Di sekitar kawasan ini juga terdapat banyak pilihan kuliner malam, mulai dari pisang epe, seafood, hingga aneka minuman segar yang mudah ditemukan.

Tidak jauh dari Pantai Losari, kamu dapat melanjutkan perjalanan ke Anjungan Pantai Losari. Area ini menjadi salah satu spot favorit untuk menikmati panorama laut pada malam hari. Lampu-lampu kota yang memantul di permukaan air menciptakan suasana yang menarik untuk bersantai maupun berfoto. Karena masih berada dalam satu kawasan, kamu cukup berjalan kaki tanpa perlu memindahkan kendaraan.

Setelah menikmati suasana pantai, lanjutkan perjalanan menuju Jalan Somba Opu yang berjarak hanya beberapa menit. Kawasan ini terkenal sebagai pusat penjualan suvenir khas Makassar. Pada malam hari, suasananya tetap hidup dengan deretan toko, pedagang kaki lima, hingga kuliner lokal yang siap memanjakan pengunjung.
Jika ingin membeli oleh-oleh seperti kain sutra, aksesori khas Sulawesi Selatan, atau makanan ringan, inilah waktu yang tepat sebelum toko mulai tutup.

Masih berada tidak jauh dari kawasan Losari, Fort Rotterdam menawarkan pengalaman berbeda pada malam hari. Benteng peninggalan Kerajaan Gowa yang kemudian digunakan oleh Belanda ini tampak semakin menarik dengan pencahayaan yang menonjolkan arsitektur bersejarahnya. Meskipun area dalam benteng memiliki jam operasional tertentu, bagian luar benteng tetap menarik untuk dikunjungi dan dijadikan latar foto pada malam hari.
Selain menikmati suasana sejarah, kawasan di sekitar Fort Rotterdam juga relatif nyaman untuk berjalan santai sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju kawasan Center Point of Indonesia atau CPI. Kawasan modern ini menjadi salah satu lokasi favorit warga Makassar untuk menikmati malam. Jalan yang lebar, area pedestrian, serta pemandangan laut membuat banyak orang datang untuk jogging ringan, bersepeda, atau sekadar menikmati angin malam.
Karena lokasinya cukup luas, kamu bisa memilih beberapa titik untuk berhenti sambil menikmati panorama kota dari sudut yang berbeda.

Dari kawasan CPI, kamu hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk mencapai Masjid 99 Kubah. Bangunan rancangan arsitek Ridwan Kamil ini menjadi salah satu landmark baru Kota Makassar yang paling sering dikunjungi wisatawan.
Saat malam hari, pencahayaan pada kubah-kubah berwarna cerah membuat tampilannya semakin mencolok. Suasananya juga lebih teduh dibanding siang hari sehingga nyaman untuk menikmati keindahan arsitektur maupun mengambil foto dari area plaza di sekitarnya.
Jika ingin mendapatkan hasil foto terbaik, datanglah setelah azan Magrib hingga sekitar pukul 20.00 WITA ketika lampu-lampu sudah menyala sempurna.

Masih berada dalam satu kawasan, perjalanan bisa dilanjutkan ke Lego-Lego CPI tanpa perlu berkendara jauh. Lego-Lego merupakan ruang terbuka yang ramai dikunjungi masyarakat pada malam hari. Area ini menawarkan jalur pejalan kaki yang luas, pemandangan laut, serta deretan tenant makanan dan minuman yang cocok untuk mengisi energi setelah berkeliling.
Suasananya santai dan cocok untuk semua kalangan, mulai dari keluarga, pasangan, hingga rombongan teman yang ingin menikmati malam di Makassar tanpa harus masuk ke tempat berbayar.

Bagi yang ingin merasakan suasana berbeda, Kawasan Pecinan Makassar bisa menjadi destinasi berikutnya. Saat malam hari, kawasan ini dipenuhi warung makan, kedai kopi, dan pedagang kaki lima yang menawarkan beragam kuliner.
Perpaduan budaya Tionghoa dan Makassar terasa kuat melalui pilihan makanan maupun bangunan-bangunan tua yang masih berdiri di sekitarnya. Tempat ini cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati kuliner malam sambil berjalan santai menyusuri jalanan kota.
Karena sebagian besar destinasi berada di kawasan pesisir Kota Makassar, perjalanan bisa disusun tanpa harus bolak-balik melewati jalan yang sama. Dengan rute yang terencana, kamu dapat menikmati lebih banyak tempat dalam waktu yang relatif singkat.
Agar perjalanan terasa nyaman, kamu dapat mengikuti urutan berikut:
Pantai Losari → Anjungan Pantai Losari → Jalan Somba Opu → Fort Rotterdam → CPI → Masjid 99 Kubah → Lego-Lego CPI → Jalan Nusantara → Kawasan Pecinan → Café atau Rooftop sekitar Losari.
Rute ini meminimalkan waktu tempuh sekaligus memberikan pengalaman yang lebih lengkap, mulai dari menikmati panorama pantai, wisata sejarah, hingga berburu kuliner malam.
Jika memulai perjalanan sekitar pukul 17.30 WITA, seluruh rute dapat diselesaikan hingga sekitar 22.00–23.00 WITA dengan waktu yang cukup untuk bersantai di setiap lokasi.
Kamu juga dapat menyesuaikan durasi kunjungan sesuai minat. Misalnya, jika lebih tertarik berburu kuliner, alokasikan waktu lebih banyak di Jalan Nusantara atau Kawasan Pecinan.
Menggunakan kendaraan pribadi menjadi pilihan paling fleksibel karena memudahkan berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Namun, jika tidak membawa kendaraan, transportasi online juga mudah ditemukan di pusat Kota Makassar. Untuk kawasan Pantai Losari, Anjungan, dan Jalan Somba Opu, kamu bahkan bisa berjalan kaki karena lokasinya saling berdekatan.
Supaya perjalanan semakin nyaman, ada beberapa hal sederhana yang sebaiknya dipersiapkan sebelum mulai menjelajahi Kota Makassar pada malam hari.
Usahakan tiba di Pantai Losari sekitar pukul 17.30 WITA. Selain dapat menikmati sunset, kamu juga lebih mudah mendapatkan tempat parkir dan menghindari kepadatan pengunjung yang biasanya mulai meningkat setelah Magrib.
Makassar memiliki suhu yang relatif hangat pada malam hari. Gunakan pakaian yang ringan, nyaman, dan alas kaki yang mendukung aktivitas berjalan kaki karena beberapa destinasi lebih mudah dinikmati dengan berjalan santai.
Meskipun banyak tempat sudah menerima pembayaran digital, beberapa pedagang kaki lima, parkir, maupun UMKM masih mengutamakan transaksi tunai. Membawa uang tunai secukupnya akan memudahkan selama perjalanan.
Gunakan area parkir yang telah disediakan untuk menjaga keamanan kendaraan. Hindari memarkir kendaraan di lokasi yang mengganggu arus lalu lintas atau tidak memiliki petugas parkir resmi.
Wisata malam di Makassar belum lengkap tanpa mencicipi kuliner lokal. Luangkan waktu menikmati coto Makassar, konro, seafood segar, pisang epe, atau es pisang ijo yang banyak dijual di sepanjang rute perjalanan.
Menjelajahi wisata malam di Makassar menjadi pengalaman yang sayang untuk dilewatkan. Dalam satu malam, kamu bisa menikmati panorama Pantai Losari, mengagumi arsitektur Masjid 99 Kubah, menyusuri kawasan bersejarah, hingga mencicipi kuliner khas yang menggugah selera.
Agar perjalanan semakin nyaman, susun rute sejak awal, datang sebelum matahari terbenam, dan manfaatkan lokasi-lokasi yang saling berdekatan. Dengan begitu, waktu lebih banyak dihabiskan untuk menikmati suasana kota, bukan terjebak di perjalanan.
Masih ingin menemukan hidden gem, itinerary praktis, dan rekomendasi destinasi menarik lainnya? Kunjungi Sekali.id dan temukan inspirasi liburan terbaru agar perjalananmu berikutnya semakin seru dan berkesan.
Beberapa destinasi wisata malam yang populer di Makassar antara lain Pantai Losari, Anjungan Pantai Losari, Jalan Somba Opu, Fort Rotterdam, Center Point of Indonesia (CPI), Masjid 99 Kubah, Lego-Lego CPI, Jalan Nusantara, Kawasan Pecinan Makassar, serta berbagai café dan rooftop di sekitar Pantai Losari.
Waktu terbaik adalah mulai pukul 17.30 WITA atau menjelang matahari terbenam. Kamu bisa menikmati sunset di Pantai Losari, lalu melanjutkan perjalanan ke destinasi lain saat lampu-lampu kota mulai menyala dan suasana malam semakin hidup.
Ya. Pantai Losari merupakan salah satu tempat wisata malam di Makassar yang selalu ramai. Banyak wisatawan dan warga lokal datang untuk bersantai, menikmati angin laut, berburu kuliner, atau sekadar menikmati pemandangan kota pada malam hari.
Saat menjelajahi Makassar pada malam hari, jangan lewatkan kuliner khas seperti coto Makassar, konro, seafood segar, pisang epe, es pisang ijo, hingga berbagai hidangan laut yang banyak dijual di sekitar Pantai Losari dan Jalan Nusantara.
Agar tidak bolak-balik, kamu bisa mengikuti rute berikut: Pantai Losari → Anjungan Pantai Losari → Jalan Somba Opu → Fort Rotterdam → Center Point of Indonesia (CPI) → Masjid 99 Kubah → Lego-Lego CPI → Jalan Nusantara → Kawasan Pecinan Makassar → café atau rooftop di sekitar Losari.
Area dalam Fort Rotterdam memiliki jam operasional tertentu. Namun, kawasan di sekitar benteng tetap menarik dikunjungi pada malam hari karena pencahayaan bangunan yang indah dan suasana yang lebih tenang untuk berjalan santai atau berfoto.