7 Wisata Sport Tourism Indonesia yang Hype, Liburan Sekalian Berburu Medali

Tren sport tourism di Indonesia terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Kini, banyak orang rela mengalokasikan anggaran khusus untuk mengikuti marathon, trail run, triathlon, atau event bersepeda, bukan hanya demi membawa pulang medali finisher atau mengenakan jersey resmi, tetapi juga untuk merasakan pengalaman baru di berbagai destinasi.

Event olahraga pun menjadi alasan yang menyenangkan untuk menjelajahi kota-kota yang mungkin sebelumnya belum pernah dikunjungi. Di sinilah konsep sport tourism berkembang.

Kompetisi memang menjadi daya tarik utama, tetapi porsinya sering kali hanya sebagian kecil dari keseluruhan pengalaman. Setelah garis finis terlewati, peserta biasanya melanjutkan perjalanan dengan mencicipi kuliner khas, mengunjungi objek wisata, hingga menikmati budaya lokal.

Dengan kata lain, sport tourism bukan sekadar soal olahraga, melainkan perpaduan antara tantangan fisik dan liburan yang membuat perjalanan terasa lebih berkesan. Kalau kamu penasaran bagaimana konsep ini berkembang dan mengapa semakin diminati, simak penjelasan lengkapnya berikut.

1. Gianyar & Ubud, Bali – Maybank Marathon

Maybank Indonesia Kembali Hadirkan Maybank Marathon 2022
Sumber: maybank.co.id

Maybank Marathon merupakan ajang lari berstatus elite label dari World Athletics. Rutenya melewati pedesaan Gianyar dengan jalur rolling hills dan kelembapan udara yang cukup tinggi, sehingga manajemen stamina menjadi tantangan utama.

Sepanjang rute, pelari juga akan disambut tabuhan gamelan dan sorakan warga serta anak-anak sekolah berpakaian adat Bali yang membuat atmosfer lomba semakin berkesan.

Setelah finis, sempatkan bersantai di Ubud untuk menikmati smoothie bowl, pijat tradisional, atau menginap di resor bernuansa alam. Agar tidak terburu-buru pada hari perlombaan, pilih hotel di kawasan Sanur atau By Pass Ngurah Rai yang menyediakan early breakfast, karena akses menuju area start biasanya mulai dibatasi sejak dini hari. Untuk membantu pemulihan otot, banyak pelari juga memilih melakukan ice bath atau berenang santai di Pantai Sanur yang berombak tenang.

2. Magelang & Yogyakarta – Borobudur Marathon

Pariwisata Provinsi Jawa Tengah | Artikel | Borobudur Marathon 2023 Sukses Digelar, PJ Gubernur Jateng Siap Sambut Gelaran Tahun Mendatang
Sumber: visitjawatengah.jatengprov.go.id

Borobudur Marathon menawarkan pengalaman berlari dengan latar megah Candi Borobudur dan udara pagi Magelang yang sejuk. Meski dipenuhi tanjakan-tanjakan pendek yang cukup menguras tenaga, semangat warga lokal yang membagikan minuman dan buah di sepanjang rute menjadi penyemangat tersendiri bagi para peserta.

Karena hotel di Magelang biasanya sudah penuh sejak beberapa bulan sebelum lomba, banyak pelari memilih menginap di Yogyakarta lalu berangkat sekitar pukul 02.00 WIB agar dapat tiba sebelum penutupan jalur oleh kepolisian yang umumnya dimulai sekitar pukul 04.00 WIB. Setelah lomba, kamu bisa mengisi kembali energi dengan menikmati gudeg atau mangut lele khas Yogyakarta.

Baca Juga:  Daftar 8 Pantai di Jawa Timur Paling Indah dan Populer

3. Jakarta – HYROX Indonesia

Ingin Coba HYROX? Ini Tempat dan Komunitas yang Bisa Kamu Coba di Jakarta | Fitlife
Sumber: gofitlife.com

HYROX menjadi salah satu tren sport tourism yang sedang berkembang pesat. Berbeda dengan maraton konvensional, kompetisi ini berlangsung di arena indoor dengan kombinasi delapan putaran lari sejauh satu kilometer yang diselingi delapan stasiun latihan seperti SkiErg, Sled Push, Sled Pull, Rowing, hingga Wall Balls.

Atmosfer pertandingan terasa semakin intens berkat gema sorakan penonton di dalam arena yang mampu memacu adrenalin peserta. Setelah bertanding, kamu bisa melanjutkan eksplorasi kuliner di Pasar Baru atau Blok M. Agar lebih nyaman, pilih hotel yang berada dalam jarak berjalan kaki dari venue sehingga kaki yang sudah lelah tidak perlu dipaksa berjalan jauh mencari transportasi.

4. Geopark Bromo – Bromo Marathon & Trail Run

Bromo Marathon 2026 — Conquer The Volcano
Sumber: bromomarathon.com

Bromo menawarkan pengalaman trail run di kawasan pegunungan dengan ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut. Jalurnya melewati lautan pasir, tanjakan terjal, hingga jalur berbatu dengan tantangan tambahan berupa kadar oksigen yang lebih tipis dibandingkan dengan dataran rendah.

Setelah lomba, manfaatkan waktu untuk menikmati matahari terbit, menjelajahi savana, atau berfoto di Bukit Teletubbies. Jangan lupa membawa jaket windbreaker untuk melindungi tubuh dari angin pegunungan, serta memilih penginapan yang memiliki fasilitas air panas agar proses pemulihan setelah berlari menjadi lebih nyaman.

5. Sungailiat & Bali – Triathlon Internasional

Baca Berita
Sumber: 965fm.bintankab.go.id

Triathlon menggabungkan tiga cabang olahraga sekaligus, yaitu berenang, bersepeda, dan berlari. Event di Bangka maupun di Bali menawarkan lintasan pesisir dengan panorama laut yang indah, tetapi peserta juga harus menghadapi angin kencang, ombak, dan cuaca panas sepanjang perlombaan.

Setelah finis, kamu bisa menikmati island hopping atau wisata kuliner seafood. Jika membawa sepeda sendiri, pastikan maskapai menyediakan layanan bagasi khusus untuk bike box, lalu pilih hotel yang berada dekat Transition Area (T1) agar proses pengecekan sepeda dan perlengkapan sebelum lomba dapat dilakukan dengan lebih tenang.

6. Danau Toba – Aquabike & Trail Run

Aquabike Jetski Toba 2025
Sumber: indonesia.travel

Danau Toba menjadi salah satu destinasi sport tourism yang memadukan olahraga dengan wisata alam dan budaya. Jalur trail run menyuguhkan panorama kaldera raksasa dengan udara pegunungan yang sejuk, sementara berbagai kompetisi olahraga air menghadirkan pengalaman yang tidak kalah menarik.

Baca Juga:  Careuh Coffee: Tempat Nongkrong di Ciwidey yang Aduhai!

Luangkan waktu untuk mengunjungi Pulau Samosir, menikmati kopi Lintong, atau mencicipi ikan arsik setelah lomba. Akses paling praktis menuju lokasi adalah melalui Bandara Silangit. Karena jalur di sekitar Danau Toba cukup berliku, sebaiknya siapkan obat anti-mabuk perjalanan agar perjalanan menuju venue tetap nyaman.

7. Mandalika, Lombok – Mandalika 100 & Cycling

F-One Sport - The Mandalika 100
Sumber: fonesport.id

Mandalika dikenal sebagai lokasi penyelenggaraan ultra trail dan road cycling dengan panorama perbukitan serta garis pantai yang memukau. Jalurnya dipenuhi tanjakan dan tantangan crosswind yang cukup kuat, sehingga membutuhkan teknik dan stamina yang baik, terutama bagi peserta balap sepeda.

Usai bertanding, sempatkan mengunjungi Desa Adat Sade, Bukit Merese, atau Pantai Kuta Mandalika. Menginap di kawasan KEK Mandalika menjadi pilihan praktis karena dekat dengan venue sekaligus memudahkan peserta memperoleh menu makanan bergizi untuk menjaga kebutuhan energi sebelum maupun setelah perlombaan.

Tips Membawa Peralatan Olahraga Saat Traveling

Membawa perlengkapan olahraga saat bepergian, terutama untuk event khusus membutuhkan persiapan yang sedikit berbeda dibandingkan dengan membawa barang bawaan biasa. Selain memastikan perlengkapan tetap aman selama perjalanan, kamu juga perlu memahami aturan maskapai agar tidak terkena biaya tambahan atau mengalami kendala menjelang aktivitas olahraga.

1. Cek Aturan Bagasi Maskapai

Jika membawa sepeda atau perlengkapan olahraga berukuran besar, pelajari kebijakan bagasi maskapai sebelum berangkat. Beberapa maskapai menyediakan kuota bagasi khusus sehingga kamu bisa menghemat biaya.

Beberapa maskapai nasional menyediakan kuota bagasi gratis tambahan sekitar 15–20 kg untuk perlengkapan olahraga tertentu, seperti sepeda atau tas golf. Namun, fasilitas ini umumnya harus didaftarkan sejak proses check-in online atau sesuai ketentuan maskapai. Jika tidak, kamu berpotensi dikenakan biaya bagasi tambahan di bandara.

2. Simpan Race Gear di Tas Kabin

Sepatu lari, jersey, nomor peserta, dan jam GPS sebaiknya dibawa di tas kabin.  Hal ini penting untuk mengantisipasi risiko bagasi tercatat terlambat tiba (delayed baggage), sehingga perlengkapan utama tetap tersedia saat hari perlombaan.

Baca Juga:  10 Pantai Terindah di Bali yang Wajib Masuk Daftar Liburan

Dengan memahami beberapa tips di atas, risiko kendala selama perjalanan bisa diminimalkan. Tentunya dengan persiapan akan membuatmu lebih fokus menikmati perjalanan maupun mengikuti aktivitas olahraga di tempat tujuan.

Kesimpulan

Sport tourism di Indonesia membuktikan bahwa liburan tidak harus selalu diisi dengan bersantai. Mengikuti marathon, trail run, triathlon, hingga kompetisi fitness bisa menjadi cara baru menikmati keindahan berbagai daerah sambil menguji kemampuan diri. Kunci utamanya bukan hanya latihan fisik, tetapi juga perencanaan perjalanan yang matang.

Mulai dari memilih hotel yang strategis, memahami penutupan jalan saat hari perlombaan, hingga menentukan menu pemulihan setelah finish akan membuat pengalamanmu jauh lebih nyaman dan minim drama. Kalau kamu sedang menyusun agenda sport tourism berikutnya, jangan berhenti sampai di artikel ini.

Kunjungi homepage Sekali.id untuk menemukan lebih banyak inspirasi perjalanan, rekomendasi destinasi anti-mainstream, hingga berbagai tips traveling yang siap membuat petualanganmu semakin seru. Jangan sampai ketinggalan hidden gem menarik untuk perjalanan berikutnya.

FAQ

  1. Apa itu sport tourism?
    Sport tourism adalah konsep wisata yang menggabungkan aktivitas olahraga dengan liburan. Tujuannya bukan hanya mengikuti kompetisi, tetapi juga menikmati destinasi, kuliner lokal, serta budaya di sekitar lokasi event.
  2. Apa saja contoh sport tourism di Indonesia?
    Beberapa contoh sport tourism yang populer di Indonesia antara lain Maybank Marathon Bali, Borobudur Marathon, HYROX Indonesia, Bromo Marathon, Mandalika 100, Aquabike Danau Toba, hingga berbagai event triathlon di Bali dan Bangka.
  3. Kapan waktu terbaik untuk mengikuti event sport tourism?
    Sebaiknya daftar sejak jadwal event diumumkan. Selain kuota peserta masih tersedia, kamu juga berpeluang mendapatkan harga tiket pesawat dan hotel yang lebih murah dibandingkan dengan memesan mendekati hari pelaksanaan.
  4. Apa yang harus dipersiapkan sebelum mengikuti event sport tourism?
    Persiapkan latihan fisik, perlengkapan olahraga yang sesuai, akomodasi, transportasi, serta pahami rute lomba dan kondisi cuaca di destinasi. Jangan lupa membawa perlengkapan utama seperti sepatu lari, jersey, dan jam GPS di tas kabin.
  5. Bagaimana cara memilih hotel saat mengikuti event olahraga?
    Pilih hotel yang lokasinya dekat dengan area start atau venue lomba. Perhatikan juga fasilitas seperti sarapan lebih awal (early breakfast), akses transportasi, serta menu makanan yang mendukung kebutuhan nutrisi sebelum dan sesudah bertanding.

Baca Lainnya 😉