

Sobat Sekali, kalau bicara Pontianak, jangan cuma ingat Garis Khatulistiwa atau Sungai Kapuas. Kota ini juga punya kekayaan rasa yang kuat dari budaya Melayu dan sejarah panjang Kesultanan Kadriyah. Banyak hidangan khas di sini lahir dari dapur istana, rumah warga pesisir, hingga tradisi makan bersama keluarga besar.
Pengaruh Kesultanan Kadriyah masih terasa kuat dalam tradisi kuliner masyarakat Pontianak hingga sekarang. Ciri khas kuliner Melayu Pontianak ada pada perpaduan rasa asam segar, pedas rempah, gurih ikan sungai, dan aroma bumbu yang tajam.
Jadi, kalau kamu suka makanan berkarakter, Pontianak adalah destinasi yang wajib masuk daftar. Kali ini akan kami sajikan pembahasan terkait rekomendasi kuliner Melayu Pontianak paling autentik yang wajib kamu coba. Berikut penjelasannya

Kalau ingin mulai mengenal rasa Melayu Pontianak, Pondok Kakap adalah tempat aman sekaligus memuaskan. Rumah makan ini terkenal dengan olahan ikan segar, terutama asam pedas ikan kakap dan ikan lais.
Kuahnya kaya rempah, berwarna kuning kemerahan, dengan rasa asam yang menyegarkan dan pedas yang tidak berlebihan. Cocok disantap ramai-ramai bersama keluarga sambil menikmati berbagai lauk tambahan.
Rumah makan satu ini memiliki standar seafood premium. Umumnya berkisar antara Rp100.000 hingga Rp200.000 per orang. Sering juga dijadikan sebagai standar emas untuk mencicipi masakan ikan ala Pontianak.

Setelah menikmati menu ikan, kamu wajib mencoba makanan yang lebih ringan tapi penuh cerita. Bubur Pedas Pa’ Ngah yang menjadi salah satu ikon kuliner Melayu dan berbeda dari bubur pada umumnya.
Nama “pedas” di sini bukan berarti cabai berlimpah, melainkan kaya rempah. Isinya terdiri dari campuran puluhan jenis sayuran lokal, kacang tanah, beras sangrai, dan bumbu tradisional yang menghasilkan rasa unik.
Harga satu porsinya cukup terjangkau, berkisar antara Rp8.000 hingga Rp22.000. Selain enak, makanan ini juga terkenal sehat dan kaya serat. Cocok untuk sarapan atau makan siang. Jika kamu menginap dan ingin santai keesokan harinya, cek juga daftar kolam renang hotel di Pontianak untuk umum.

Kalau ingin pengalaman yang lebih lokal, cobalah menjelajah area sekitar Keraton Kadriyah. Di sekitar kawasan ini ada warung-warung sederhana yang menyajikan makanan rumahan khas Melayu.
Kamu bisa menemukan paceri nanas, lauk ikan asin, sambal khas, hingga kerupuk tradisional yang biasa menemani nasi hangat. Sensasinya terasa seperti makan di rumah warga lokal. Ini pilihan pas buat kamu yang suka wisata sejarah sambil berburu rasa autentik.

Pontianak juga punya sate khas Melayu yang layak dicoba. Salah satu yang terkenal adalah Sate Parit H. Ismail. Berbeda dengan sate Madura, versi Pontianak punya saus kacang yang lebih ringan, warna lebih terang, dan aroma rempah yang terasa lembut.
Dagingnya empuk dan cocok disantap bersama lontong atau nasi. Rasanya lebih halus, tapi tetap kaya karakter. Harganya bervariasi, untuk varian sate ayam dimulai sekitar Rp27.000 hingga Rp60.000 per porsi (sekitar 15-25 tusuk). Sedangkan untuk sate kambing sekitar Rp35.000 hingga Rp40.000.

Belum lengkap rasanya membahas kuliner Pontianak tanpa menyebut budaya ngopi legendarisnya. Salah satu yang paling terkenal adalah Kopi Asiang, tempat ngopi sederhana yang justru selalu ramai karena racikan kopinya yang khas dan atmosfernya yang autentik.
Daya tarik utamanya bukan cuma pada racikan kopinya yang pekat dan harum, tetapi juga pada suasana kedainya yang masih mempertahankan nuansa klasik khas warung kopi Pontianak. Pengunjung biasanya datang untuk menikmati kopi hitam panas sambil ditemani roti srikaya atau camilan tradisional lainnya.
Harganya bervariasi untuk segelas kopi mulai Rp9.000 hingga Rp25.000, namun mereka juga menyediakan kemasan bubuk dengan ukuran 200 g hingga 1 kg. Variasi yang paling terkenal berupa kopi robusta.

Setelah puas makan berat, saatnya berburu camilan khas Melayu yang sangat legendaris. Namanya Pengkang. Makanan ini terbuat dari ketan berisi ebi, dibungkus daun pisang berbentuk kerucut, lalu dijepit dengan bambu dan dibakar. Aroma bakarnya khas dan menggoda.
Biasanya pengkang paling nikmat dimakan dengan sambal kepah berbahan kerang sungai. Harga per tusuknya berkisar antara Rp11.000 hingga Rp18.000. Jika kamu berkendara ke arah Peniti, banyak tempat menjual pengkang hangat di pinggir jalan. Ini bukan cuma makanan, tapi pengalaman kuliner yang penuh cerita.

Setelah menikmati aneka makanan gurih dan berempah, waktunya dessert khas Pontianak. Salah satu yang terkenal adalah Bingka Al-Fajar. Bingka adalah kue tradisional Melayu dengan tekstur lembut, legit, dan lumer di mulut.
Varian klasik seperti kentang dan pandan masih jadi favorit karena mempertahankan resep turun-temurun. Harga setiap varian berbeda, mulai dari Rp18.000 hingga Rp25.000. Kue ini sering hadir dalam acara adat Melayu dan sangat cocok dijadikan oleh-oleh

Kalau bicara dessert autentik khas Pontianak, maka Che Hun Tiau adalah salah satu yang paling wajib dicoba. Dessert legendaris ini sekilas memang mirip es campur, tetapi punya karakter rasa dan tekstur yang sangat khas berkat perpaduan ce hun tiau (olahan tepung sagu kenyal memanjang), kacang merah, ketan hitam, cincau, bongko pandan, santan, dan gula merah cair.
Kuliner ini berasal dari akulturasi budaya Tionghoa Tio Ciu yang sudah lama berkembang di Pontianak dan kini menjadi ikon kuliner kota tersebut. Salah satu tempat legendaris untuk mencicipinya adalah Che Hun Tiau Ahua. Harga satu porsi biasanya berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp30.000 tergantung ukuran dan tambahan topping.
Supaya pengalaman kuliner terasa lebih maksimal, datanglah ke kawasan tepian Sungai Kapuas saat sore menjelang malam. Udara mulai sejuk, lampu-lampu kota mulai menyala, dan suasana sungai terasa jauh lebih hidup dibanding siang hari.
Untuk pengalaman yang lebih autentik, cobalah menyeberang menggunakan sampan mesin atau tambang tradisional di beberapa titik sungai. Selain praktis, cara ini juga memberikan sensasi khas Pontianak yang sulit ditemukan di kota lain.
Setelah puas kulineran, kamu juga bisa melanjutkan malam dengan menjelajahi beberapa spot wisata malam di Pontianak yang terkenal ramai dan punya suasana khas kota tepian sungai.
Pontianak bukan sekadar kota sungai, tapi kota dengan warisan rasa yang kuat. Dari asam pedas ikan sungai, bubur rempah, pengkang bakar, hingga bingka legit, semuanya mencerminkan budaya Melayu yang hidup sampai hari ini.
Kalau datang ke Pontianak, jangan cuma mampir lalu pulang. Rasakan langsung kuliner di pinggir sungai, di warung sederhana, atau rumah makan favorit warga lokal.
Dapatkan lebih banyak rekomendasi hidden gem, kuliner autentik, dan panduan liburan seru lainnya hanya di Sekali.id. Jangan sampai ketinggalan inspirasi perjalanan berikutnya, Sobat Sekali!