

Kalau mendengar Palembang, banyak orang langsung teringat pempek. Padahal, kota yang dibelah Sungai Musi ini punya warisan kuliner jauh lebih luas dari sekadar makanan berbahan ikan tersebut. Dari resep turun-temurun, pengaruh budaya Arab, India, hingga tradisi Melayu Sungai, Palembang menyimpan banyak rasa yang sudah hidup puluhan tahun.
Versi legendaris ala Sekali.id bukan hanya tempat yang terkenal. Ukurannya lebih dalam: minimal sudah eksis lebih dari tiga dekade, rasa tetap konsisten, dan punya hubungan emosional dengan warga lokal.
Tempat-tempat seperti ini bukan sekadar rumah makan, tetapi saksi perkembangan kota dari masa ke masa. Kalau kamu ingin mengenal Palembang lewat lidah, berikut daftar rumah makan legendaris Palembang selain pempek yang wajib dicoba dan masuk itinerary makanmu.

Nama ini hampir selalu masuk daftar kuliner wajib saat ke Palembang. Menu andalannya tentu Mie Celor Udang Galah, yaitu mi kuning besar yang disiram kuah santan kaldu udang kental dan gurih.
Rahasia rasanya ada pada penggunaan udang segar dari perairan sekitar Palembang yang memberi aroma kuat namun tetap manis alami. Kisaran harga per porsi dimulai dari Rp28.000. Suasana kawasan 26 Ilir yang ramai juga membuat pengalaman sarapan di sini terasa sangat lokal dan autentik.
Menariknya, pengalaman menjelajahi kuliner tradisional sering kali tidak bisa dipisahkan dari sejarah kota itu sendiri. Kalau kamu tertarik melihat bagaimana budaya lokal membentuk identitas sebuah daerah, coba baca juga Istana Maimun Medan yang menjadi salah satu simbol sejarah paling ikonik di Sumatra.

Setelah sarapan, waktunya menikmati ikon lain Palembang, yaitu pindang. Pindang Sri Melayu terkenal dengan Pindang Patin dan Pindang Tulang yang kaya rasa.
Kuahnya bening tetapi tajam, memadukan asam nanas, pedas cabai, dan gurih rempah. Soal harga, kamu tidak perlu khawatir karena sebagian besar masih dibanderol dengan harga yang cukup bersahabat untuk wisatawan. Berkisar Rp 45.000–Rp 85.000 per porsi.
Berlokasi di area Demang Lebar Daun, tempat ini punya nuansa rumah kayu tradisional yang nyaman untuk makan bersama keluarga besar.

Kalau kamu berpikir martabak selalu identik dengan saus biasa, Martabak Har akan mengubah pandangan itu. Tempat legendaris ini menyajikan martabak telur tipis renyah yang disiram kuah kari kambing kental berisi kentang dan daging.
Kuliner ini, yang didirikan oleh Haji Abdul Rozak, membawa pengaruh India yang kuat dan sudah dicintai warga Palembang selama puluhan tahun. Menariknya, cita rasa legendaris yang sudah bertahan puluhan tahun ini ternyata masih bisa dinikmati tanpa harus menguras dompet.
Kamu hanya perlu merogoh biaya sekitar Rp22.000-Rp30.000 per porsinya, tergantung topping apa yang dipilih. Lokasinya dekat Masjid Agung membuat tempat ini selalu ramai sejak pagi hingga malam.

Ingin mencicipi hidangan pesta pernikahan khas Palembang tanpa menunggu undangan? Datang saja ke Sarinande Tempo Doeloe. Menu wajib di sini adalah Malbi, semur daging khas Palembang dengan rasa manis gurih berempah, serta Paceri Nanas yang segar dan unik.
Untuk kisaran harga, makanan berat umumnya berada di rentang Rp35.000 hingga Rp120.000, sedangkan camilan dan minuman khas bisa dinikmati mulai belasan ribu rupiah.
Bangunannya bergaya klasik dengan interior bernuansa nostalgia, cocok buat kamu yang suka suasana tempo dulu. Kalau kamu berencana melanjutkan perjalanan ke Sumatra bagian utara, tidak ada salahnya mulai mencari referensi penginapan nyaman di Medan agar perjalanan kuliner dan liburanmu terasa lebih praktis.

Kalau ingin mencoba sate khas Palembang yang berbeda dari sate pada umumnya, Sate Cucuk Manis Wak Din wajib masuk daftar kuliner kamu. Potongan daging kambingnya dibakar dengan bumbu manis gurih khas, lalu disajikan dengan tekstur daging yang empuk dan aroma asap bakaran yang kuat.
Rasanya cenderung kaya rempah namun tetap ringan dinikmati, bahkan untuk yang biasanya kurang suka aroma kambing yang terlalu tajam. Warung legendaris ini terkenal akan kesederhanaannya, tetapi justru di situlah daya tariknya.
Suasana ramai, aroma sate yang terus dibakar, dan antrean pelanggan lokal membuat pengalaman makan terasa sangat autentik khas Palembang. Banyak pengunjung sengaja datang menjelang malam karena sensasi makan sate hangat di tengah hiruk-pikuk kota terasa jauh lebih nikmat.

Setelah menyantap makanan berkuah dan berbumbu kuat, warga lokal biasanya mencari yang segar. Di sinilah Es Kacang Merah Mamat jadi favorit lintas generasi.
Kacang merah dimasak sangat lembut hampir seperti pasta, lalu dipadukan es serut dan sirup merah khas yang manis pas. Berawal dari gerobak kaki lima, kini tempat ini menjadi destinasi wajib untuk menutup sesi kulineran di Palembang.
Meski memiliki status legendaris dan selalu ramai pengunjung, harga makanan di tempat ini masih tergolong reasonable untuk kualitas rasa dan porsinya.

Jika ingin melihat denyut pagi kota Palembang, datanglah ke Warung Kopi Haji Madina. Tempat ini dikenal sebagai titik kumpul warga sejak subuh.
Menu favoritnya kopi susu dan ketan srikaya dengan selai srikaya buatan sendiri yang legit. Banyak cerita kota, obrolan bisnis, hingga kabar terbaru beredar pertama kali di meja-meja kopi seperti ini.
Suasana seperti inilah yang membuat pengalaman kuliner di Palembang terasa begitu hidup dan membekas. Jika nanti perjalanan sudah selesai, jangan lupa juga mencari referensi oleh-oleh khas yang awet dan mudah dibawa pulang untuk keluarga di rumah.
Setelah tahu daftar tempat legendaris di atas, sekarang saatnya menyusun strategi agar perjalanan kulinermu lebih efisien dan menyenangkan.
Gunakan LRT Palembang jika ingin wisata kuliner lebih hemat waktu dan praktis. Beberapa tempat legendaris seperti Martabak Har atau kawasan penjual mi celor bahkan bisa dijangkau hanya dengan berjalan kaki dari stasiun LRT terdekat.
Jangan lupa juga selalu bertanya soal sambal khas yang tersedia hari itu. Banyak rumah makan di Palembang punya racikan unik sendiri, mulai dari sambal nanas, sambal mangga muda, hingga sambal bacang yang rasanya segar dan khas.
Kadang, sambal justru menjadi kejutan terbaik yang membuat pengalaman makan terasa lebih autentik.
Menikmati Palembang sejatinya adalah menikmati sejarah lewat lidah. Setiap sendok pindang, gigitan martabak kari, atau tegukan kopi susu menyimpan cerita panjang tentang kota sungai yang terus hidup.
Jangan pulang sebelum mencoba minimal tiga tempat dari daftar ini. Kalau masih ingin lanjut eksplorasi kota-kota lain, wisata budaya, dan hidden gem Nusantara lainnya hanya di Sekali.id. Jangan sampai ketinggalan inspirasi perjalanan berikutnya!