

Balikpapan tidak hanya dikenal sebagai kota minyak di Kalimantan Timur, tetapi juga menjadi destinasi yang menawarkan beragam kuliner dan produk khas yang sayang jika dilewatkan. Setelah menikmati wisata alam, pantai, maupun kuliner lokal, rasanya belum lengkap jika pulang tanpa membawa oleh-oleh untuk keluarga atau teman.
Namun, memilih oleh-oleh dari Balikpapan juga perlu strategi, terutama jika kamu pulang menggunakan pesawat. Tidak semua makanan tahan lama atau aman dibawa dalam bagasi. Oleh karena itu, penting memilih produk dengan kemasan yang praktis agar kualitasnya tetap terjaga selama perjalanan.
Sebagian besar oleh-oleh khas Balikpapan didominasi makanan olahan laut, camilan tradisional, hingga kerajinan khas Kalimantan. Banyak di antaranya sudah dikemas dengan baik sehingga lebih awet dan aman dibawa menggunakan pesawat.

Amplang merupakan oleh-oleh paling populer dari Balikpapan. Kerupuk ikan berbentuk kecil ini memiliki tekstur renyah dengan cita rasa gurih yang khas. Umumnya dibuat dari ikan tenggiri atau ikan pipih dan tersedia dalam berbagai ukuran kemasan.
Karena memiliki daya simpan yang cukup lama, amplang menjadi pilihan praktis bagi wisatawan yang ingin membawa oleh-oleh tanpa khawatir cepat basi.

Selain hasil olahan ikan, Balikpapan juga terkenal dengan abon kepiting. Rasanya gurih dengan aroma seafood yang khas sehingga cocok dijadikan lauk maupun taburan makanan.
Saat ini banyak produsen yang menggunakan kemasan vakum sehingga abon lebih awet dan mudah dibawa selama perjalanan.

Bingka merupakan kue tradisional dengan tekstur lembut dan rasa manis. Kini tersedia dalam berbagai varian, seperti pandan, keju, cokelat, hingga durian.
Karena termasuk kue basah, bingka sebaiknya dibeli menjelang waktu kepulangan agar tetap segar saat tiba di rumah.

Keripik kepiting menjadi camilan unik yang cukup banyak diburu wisatawan. Rasanya gurih dan renyah dengan aroma khas hasil laut.
Produk ini umumnya dikemas rapat sehingga memiliki daya simpan cukup panjang dan tidak memerlukan perlakuan khusus selama perjalanan.

Pecinta makanan pedas wajib membawa pulang Sambal Raja. Sambal khas Kalimantan ini terkenal karena perpaduan cabai, bawang, ikan teri, maupun udang yang menghasilkan cita rasa gurih dan pedas.
Agar lebih aman saat dibawa naik pesawat, pilih sambal dengan kemasan botol atau wadah yang tertutup rapat.

Madu hutan asli Kalimantan juga menjadi salah satu oleh-oleh favorit dari Balikpapan. Selain dikenal memiliki rasa khas, produk ini juga banyak dicari karena berasal dari hutan alami.
Pastikan memilih kemasan yang kuat dan tidak mudah bocor agar tetap aman selama perjalanan.

Bagi yang ingin membawa oleh-oleh nonkuliner, batik Balikpapan bisa menjadi pilihan menarik. Motifnya banyak terinspirasi dari flora, fauna, dan budaya Kalimantan sehingga memiliki ciri khas tersendiri.
Selain mudah dibawa, batik juga cocok dijadikan hadiah maupun koleksi pribadi.

Kerajinan berbahan manik-manik khas Dayak tersedia dalam bentuk gelang, kalung, gantungan kunci, hingga aksesori lainnya.
Produk UMKM ini memiliki nilai seni tinggi sekaligus menjadi cara mendukung perajin lokal Kalimantan.

Kayu ulin dikenal sebagai salah satu kayu paling kuat di Indonesia. Berbagai miniatur rumah adat, ukiran, maupun pajangan dari kayu ulin menjadi oleh-oleh yang unik dan tahan lama.
Jika memilih produk berukuran kecil, kerajinan ini tetap praktis dimasukkan ke dalam koper.
Memilih oleh-oleh yang tepat saja belum cukup. Cara mengemasnya juga menentukan apakah makanan tetap utuh dan aman saat tiba di rumah. Beberapa tips berikut dapat membantu perjalananmu lebih nyaman.
Amplang, abon, maupun keripik sebaiknya dipisahkan dari sambal atau madu. Gunakan kantong ziplock atau plastik kedap udara untuk mengantisipasi kebocoran yang dapat merusak oleh-oleh lainnya.
Camilan yang mudah hancur akan lebih aman jika dimasukkan ke dalam kardus atau wadah keras. Tambahkan bubble wrap sebagai pelindung agar kemasan tidak penyok selama proses bagasi.
Produk seperti bingka dan brownies lebih aman dibawa sebagai bagasi kabin. Hindari menaruh barang berat di atas kemasannya agar bentuk kue tetap utuh.
Jika membawa madu atau sambal dalam jumlah besar, sebaiknya masukkan ke bagasi check-in. Untuk tas kabin, pastikan volumenya sesuai dengan aturan maskapai mengenai barang cair.
Produk dengan masa simpan pendek, terutama bingka, sebaiknya dibeli pada hari terakhir sebelum pulang. Cara ini membantu menjaga kualitas dan kesegarannya saat sampai di tujuan.
Oleh-oleh khas Balikpapan tidak hanya didominasi camilan berbahan hasil laut, tetapi juga menawarkan beragam pilihan kue tradisional, madu hutan, hingga kerajinan khas Kalimantan yang unik. Dengan memilih produk yang tepat dan mengemasnya secara benar, kamu bisa membawa pulang buah tangan berkualitas tanpa khawatir rusak selama penerbangan.
Masih ingin menemukan rekomendasi kuliner khas, hidden gem, itinerary, hingga tips liburan dari berbagai daerah di Indonesia? Kunjungi homepage Sekali.id untuk mendapatkan inspirasi perjalanan terbaru dan jangan lewatkan berbagai artikel menarik lainnya sebelum merencanakan liburan berikutnya.
Oleh-oleh khas Balikpapan yang paling populer adalah amplang. Camilan berbahan ikan ini memiliki tekstur renyah, tahan lama, dan mudah dibawa sehingga menjadi pilihan favorit wisatawan.
Kamu bisa membeli oleh-oleh di pusat oleh-oleh Balikpapan, toko UMKM, supermarket, atau gerai yang berada di sekitar pusat kota dan menuju Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan.
Amplang, abon kepiting, keripik kepiting, batik Balikpapan, kerajinan manik Dayak, dan miniatur kayu ulin termasuk oleh-oleh yang aman dibawa naik pesawat karena memiliki daya simpan yang lama dan kemasannya praktis.
Bisa. Namun, karena termasuk kue basah, bingka sebaiknya dibawa sebagai bagasi kabin (hand carry) dan dibeli menjelang jadwal kepulangan agar tetap segar saat tiba di tujuan.
Selain makanan, kamu bisa memilih batik Balikpapan, kerajinan manik Dayak, serta miniatur atau kerajinan dari kayu ulin yang memiliki nilai seni tinggi dan cocok dijadikan buah tangan.