

Solo bukan hanya terkenal dengan budaya Jawa yang kental, tetapi juga dengan surga kuliner yang berhasil mempertahankan cita rasa autentiknya selama puluhan tahun. Perpaduan rasa manis, gurih, serta sentuhan bumbu rempah khas keraton yang lembut menciptakan karakter kuliner Solo yang sulit ditemukan di daerah lain dan selalu dirindukan para penikmatnya.
Untuk masuk dalam daftar rekomendasi kali ini, setiap tempat makan harus memenuhi standar kurasi Sekali.id: sudah bertahan minimal 30 tahun, memiliki rasa yang konsisten, serta menawarkan informasi logistik yang jelas agar pengunjung tidak repot mencari parkir atau bingung menentukan menu andalan. Simak ulasannya berikut ini.
Sebelum mulai berburu kuliner, ada baiknya kamu mengetahui karakter masing-masing tempat. Mulai dari lokasi, menu unggulan, hingga kondisi parkir akan sangat membantu, terutama jika datang bersama keluarga.

Berdiri sejak 1987, Selat Solo Mbak Lies menjadi salah satu ikon kuliner Solo yang paling populer. Menu wajib yang harus dicoba adalah Selat Bestik dan Selat Galantine dengan kuah segar yang kaya rasa.
Lokasinya berada di kawasan Serengan dan masuk ke dalam gang. Jika membawa mobil, sebaiknya parkir di jalan utama lalu berjalan kaki beberapa menit menuju lokasi. Meski sedikit menantang, pengalaman kuliner yang ditawarkan sepadan dengan usaha tersebut. Status makanannya halal.

Rumah makan yang berdiri sejak 1971 ini terkenal berkat sate buntelnya yang dibuat dari daging kambing cincang yang dibungkus lemak tipis. Bahkan dikenal juga sebagai salah satu kuliner favorit yang pernah dikunjungi sejumlah presiden Indonesia.
Selain sate buntelnya, tengkleng kuah gurih juga menjadi menu favorit para pelanggan. Lokasi ini juga memiliki area warung yang cukup luas sehingga menyediakan parkir mobil. Namun, saat jam makan siang, kawasan Lojiwetan biasanya cukup padat. Seluruh menu yang disajikan berstatus halal.
Jika ingin menikmati seluruh kuliner legendaris di Solo tanpa repot, pastikan perjalananmu direncanakan dengan baik menggunakan itinerary Solo 2 hari 1 malam agar waktu lebih efisien dan destinasi yang dikunjungi lebih maksimal.

Bagi pencinta wisata kuliner malam, tempat ini wajib masuk daftar kunjungan. Nasi liwet dengan ayam suwir, areh santan kental, dan sayur labu siam menjadi kombinasi yang sulit ditolak.
Berlokasi di Keprabon dan buka hingga dini hari, akses parkir mobil relatif mudah karena memanfaatkan area tepi jalan. Statusnya halal dan cocok untuk wisata kuliner keluarga.

Sejak 1952, Timlo Sastro dikenal sebagai destinasi sarapan favorit warga lokal maupun wisatawan. Timlo komplit berisi sosis Solo, telur pindang, ayam, dan kuah bening yang hangat menjadi menu paling dicari.
Area parkir cukup menantang karena menyatu dengan aktivitas Pasar Gede yang ramai sejak pagi. Datang sebelum pukul 10 pagi menjadi pilihan terbaik.

Gudeg ceker ini memiliki jam operasional yang unik karena mulai buka sekitar pukul 01.30 dini hari. Ceker ayam yang dimasak hingga sangat empuk menjadi daya tarik utama.
Karena beroperasi saat jalanan masih lengang, urusan parkir mobil relatif lebih mudah dibandingkan dengan tempat makan populer lainnya. Seluruh menu di sini berstatus halal.
Nah bagi yang datang sendirian, jangan lupa menerapkan tips aman solo travelling supaya pengalaman wisata kuliner tetap nyaman dari pagi hingga malam hari.

Soto Gading terkenal dengan kuah bening yang ringan namun kaya kaldu. Pelengkap seperti sate kerang, tempe goreng, dan sosis Solo membuat pengalaman makan semakin lengkap.
Nilai tambah terbesar tempat ini adalah area parkir yang luas dan tertata rapi. Selain area parkir luas, pelayanan di Soto Gading juga terkenal cepat sehingga cocok untuk sarapan sebelum melanjutkan perjalanan. Cocok untuk rombongan keluarga yang membawa kendaraan pribadi. Statusnya halal.

Bergeser sedikit ke arah Sukoharjo, rumah makan legendaris ini terkenal dengan ayam kampung goreng yang empuk dan sambal blondo khas yang sulit ditemukan di tempat lain. Area parkir sangat luas dan ramah untuk mobil keluarga maupun rombongan.

Sejak 1930, es dawet telasih ini menjadi salah satu kuliner paling ikonik di Solo. Isian ketan hitam, bubur sumsum, dan biji selasih berpadu dengan santan segar yang menyegarkan.
Karena berada di dalam los Pasar Gede, pengunjung dengan mobil wajib parkir di area luar pasar, kemudian berjalan kaki menuju lokasi.

Berdiri sejak 1953, Depot Es Krim Tentrem menawarkan es krim jadul dengan cita rasa klasik yang masih dipertahankan hingga sekarang. Menu Tutti Frutti menjadi salah satu favorit pelanggan.
Bangunannya kini telah direnovasi dengan konsep yang lebih modern dan dilengkapi dengan ruangan ber-AC yang nyaman. Tempat ini tidak menjual menu babi sehingga tergolong ramah bagi pengunjung Muslim.
Selain menentukan daftar tempat makan yang ingin dikunjungi, ada beberapa strategi sederhana yang bisa membuat wisata kuliner di Solo terasa jauh lebih nyaman.
Masyarakat Solo dikenal ramah kepada wisatawan, termasuk para juru parkir yang bertugas di area kuliner. Jika membawa mobil berukuran besar dan kesulitan mencari tempat parkir di sekitar Selat Mbak Lies atau kawasan Lojiwetan, jangan ragu meminta bantuan mereka. Biasanya mereka mengetahui kantong parkir terdekat yang lebih aman dan tidak mengganggu arus lalu lintas.
Sementara itu, wisatawan yang tidak membawa kendaraan pribadi dapat memanfaatkan city tour Solo dengan Batik Solo Trans untuk menjangkau berbagai pusat kuliner ikonik tanpa harus pusing mencari parkir atau mengatur rute perjalanan sendiri.
Berbeda dengan banyak kota lain, beberapa kuliner legendaris Solo justru terkenal karena jam bukanya yang unik. Misalnya, Gudeg Margoyudan yang ramai sejak waktu subuh, sementara beberapa warung nasi liwet lebih hidup pada malam hari. Karena itu, pastikan itinerary perjalanan disesuaikan dengan jam operasional sebenarnya agar tidak datang saat tempat tujuan masih tutup.
Dengan mengetahui kondisi parkir, jam operasional, serta menu unggulan sebelum berangkat, pengalaman wisata kuliner bersama keluarga akan terasa jauh lebih nyaman.
Menjelajahi kuliner legendaris Solo bukan hanya soal mencicipi makanan yang terkenal, tetapi juga memahami karakter kota dan kebiasaan lokal yang menyertainya. Dengan memperhatikan kondisi parkir, menyesuaikan jadwal kunjungan dengan jam operasional yang unik, serta merencanakan perjalanan dengan baik, pengalaman wisata kuliner bisa menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.
Jangan lupa luangkan waktu untuk menikmati suasana khas Solo yang ramah, karena di balik setiap hidangan legendaris, tersimpan cerita dan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Jangan lewatkan berbagai rekomendasi hidden gem, itinerary, dan tips perjalanan lainnya hanya di Sekali.id agar liburanmu semakin seru dan terencana!