

Kalau kamu sedang mencari kawasan di Bandung yang punya perpaduan suasana lokal, kuliner legendaris, dan tempat makan yang lebih kekinian, Cihapit Kota Bandung layak masuk daftar. Kawasan ini memang tidak sebesar destinasi wisata populer seperti Braga atau Dago, tetapi justru di situlah daya tariknya.
Cihapit dikenal sebagai kawasan yang punya suasana kota yang lebih santai. Salah satu pusat aktivitasnya adalah Pasar Cihapit yang sudah lama menjadi tempat warga berbelanja kebutuhan sehari-hari. Di sekitar pasar, kamu juga bisa menemukan berbagai pilihan makanan, mulai dari warung sederhana sampai tempat kuliner yang lebih modern.
Menariknya, Cihapit cukup enak dieksplorasi dengan berjalan kaki dari satu tempat ke tempat lainnya. Jadi, kamu tidak harus membuat itinerary yang terlalu padat. Datang pagi untuk melihat aktivitas pasar, lanjut sarapan, kemudian ngopi atau mencicipi kuliner lain bisa menjadi cara sederhana menikmati kawasan ini.
Lantas, Cihapit Bandung ada apa saja? Berapa budget yang perlu disiapkan dan kapan waktu terbaik untuk datang? Berikut panduan yang bisa kamu jadikan referensi.

Cihapit merupakan salah satu kawasan di Kota Bandung yang berada tidak jauh dari pusat kota. Kawasan ini terkenal dengan keberadaan Pasar Cihapit, tetapi daya tariknya tidak berhenti di sana. Di sekitar kawasan pasar terdapat berbagai tempat makan yang menawarkan makanan khas Bandung maupun menu Nusantara. Beberapa di antaranya bahkan sudah cukup dikenal karena cita rasa dan sejarahnya.
Hal menarik lainnya adalah suasana Cihapit yang terasa seperti kawasan permukiman sekaligus sentra kuliner. Kamu bisa melihat aktivitas warga, pedagang pasar, toko-toko kecil, hingga tempat makan yang menyatu dengan lingkungan sekitar. Karena itu, Cihapit lebih cocok dinikmati sebagai wisata kuliner dan eksplorasi kawasan daripada destinasi yang harus dikejar satu per satu. Kamu bisa datang tanpa itinerary yang terlalu kaku dan membiarkan perjalanan berkembang dari satu tempat makan ke tempat lainnya.

Pasar Cihapit menjadi salah satu pusat aktivitas yang membentuk karakter kawasan ini.
Pasar tersebut awalnya berfungsi melayani kebutuhan sehari-hari warga. Seiring perkembangan kawasan, keberadaan pedagang makanan, warung, kedai kopi, dan usaha kuliner baru membuat aktivitas makan menjadi semakin menonjol.
Pengalaman berkunjungnya karena itu berbeda dengan pergi ke pusat kuliner yang sejak awal dirancang sebagai food court.
Daya tarik utama Cihapit bagi wisatawan justru terletak pada kulinernya. Pilihannya cukup beragam, sehingga kamu bisa menyesuaikan dengan selera dan budget. Berikut beberapa tempat makan yang bisa dimasukkan ke itinerary kulineran.

Kalau ingin mencoba makanan khas warung nasi yang sudah lama dikenal di kawasan Cihapit, Warung Nasi Bu Eha bisa menjadi salah satu pilihan.
Konsepnya sederhana, tetapi justru memberikan pengalaman makan yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari warga Bandung. Menu yang tersedia berupa masakan rumahan dengan pilihan lauk yang bisa disesuaikan.
Tempat seperti ini cocok untuk makan siang setelah berkeliling pasar. Jangan berharap suasana restoran modern, karena daya tariknya memang terletak pada makanan dan atmosfer warung yang sederhana.

Surabi menjadi salah satu jajanan yang cukup identik dengan kuliner tradisional Jawa Barat. Di kawasan Cihapit, kamu bisa mencicipinya sebagai camilan setelah berkeliling pasar.
Tekstur surabi yang lembut dengan pilihan topping atau rasa membuatnya cukup cocok untuk sarapan ringan maupun teman ngopi.
Kalau kamu memang sedang menjelajahi Cihapit dengan konsep kulineran, surabi bisa menjadi salah satu makanan yang tidak perlu dilewatkan. Porsinya juga relatif ringan sehingga kamu masih punya ruang untuk mencoba menu lainnya.

Belum lengkap rasanya jalan-jalan kuliner di Bandung tanpa mencicipi batagor. Salah satu pilihan yang bisa kamu pertimbangkan di sekitar kawasan Cihapit adalah Batagor Kahuripan.
Batagor umumnya disajikan dengan saus kacang, kecap, dan pelengkap lainnya. Rasanya gurih dan cukup mengenyangkan sehingga bisa dijadikan camilan berat di sela-sela eksplorasi. Kalau kamu datang bersama teman, membeli beberapa porsi untuk dicicipi bersama juga bisa menjadi pilihan agar tidak terlalu cepat kenyang.

Buat kamu yang lebih suka makanan berkuah atau olahan mi, Bakmie Tjo Kin dapat dimasukkan dalam daftar kuliner Cihapit. Menu berbahan dasar mi biasanya menjadi pilihan praktis untuk makan siang atau malam. Tempat seperti ini juga cocok untuk kamu yang ingin mengambil jeda setelah berkeliling kawasan. Kalau agenda utamamu memang kulineran, kamu bisa mengatur kunjungan ke tempat ini setelah mencoba beberapa jajanan ringan di sekitar Pasar Cihapit.

Setelah puas berburu makanan, waktunya mencari tempat untuk duduk santai. Kopi Tiam 198 bisa menjadi pilihan untuk menikmati minuman sambil beristirahat. Konsep kopi tiam memberikan suasana yang berbeda dari coffee shop modern. Kamu bisa menjadikannya tempat untuk mengobrol santai sekaligus menutup sesi kulineran di Cihapit. Kalau kamu kebetulan mencari tempat nongkrong setelah perjalanan dari kawasan lain di Bandung, tempat seperti ini juga bisa dimasukkan ke itinerary tanpa harus menghabiskan waktu terlalu lama.
Salah satu keuntungan menjelajahi Cihapit adalah kamu tidak harus menyiapkan budget besar. Banyak pilihan makanan yang masih berada di kisaran harga terjangkau, terutama jika kamu memilih warung atau jajanan lokal. Untuk kulineran hemat, siapkan sekitar Rp50.000–Rp100.000 per orang. Dengan anggaran tersebut, kamu bisa menikmati makanan utama, jajanan, dan minuman tanpa harus mencoba terlalu banyak tempat.
Kalau ingin mencoba beberapa tempat sekaligus dan nongkrong lebih lama, budget sekitar Rp100.000–Rp200.000 per orang akan terasa lebih leluasa. Perlu diingat, harga makanan bisa berubah dan berbeda berdasarkan menu yang kamu pesan. Jadi, angka tersebut sebaiknya digunakan sebagai gambaran awal, bukan patokan harga tetap.
Kalau kamu datang dari luar kota, biaya kuliner juga bisa ditekan dengan memilih Cihapit sebagai salah satu agenda dalam perjalanan, bukan tujuan tunggal. Misalnya, kamu bisa menggabungkan eksplorasi kawasan ini dengan itinerary pusat Kota Bandung.
Buat kamu yang berencana datang dari Jakarta menggunakan kereta cepat, itinerary one day trip Bandung via Whoosh juga bisa menjadi referensi untuk menyusun perjalanan yang lebih efisien.
Waktu terbaik mengunjungi Cihapit sebenarnya tergantung aktivitas yang ingin kamu lakukan.
Kalau ingin melihat suasana Pasar Cihapit sekaligus berburu sarapan, pagi hari merupakan waktu yang paling menarik. Aktivitas pasar sudah berlangsung dan pilihan makanan untuk sarapan juga lebih mudah ditemukan.
Sementara itu, waktu menjelang siang hingga sore lebih cocok jika fokus utamamu adalah kuliner. Kamu bisa berpindah dari satu tempat makan ke tempat lainnya tanpa harus terburu-buru.
Kalau ingin nongkrong atau menikmati kopi, sore hingga malam bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman. Namun, tetap perhatikan jam operasional masing-masing tempat karena tidak semua kuliner memiliki waktu buka yang sama.
Untuk perjalanan pertama, kamu bisa menggunakan pola sederhana: datang pagi → eksplorasi pasar → sarapan → kulineran → ngopi → lanjut ke destinasi Bandung lainnya.
Dengan pola seperti ini, Cihapit tidak perlu menjadi satu-satunya tujuan dalam sehari.
Cihapit paling enak dinikmati dengan tempo santai. Jangan terlalu banyak memasukkan tempat makan dalam satu itinerary karena beberapa makanan cukup mengenyangkan dan jarak antartempat juga lebih nyaman ditempuh tanpa terburu-buru.
Gunakan alas kaki yang nyaman jika ingin berjalan kaki di sekitar pasar. Bawa uang tunai secukupnya karena beberapa pedagang atau tempat makan kecil belum tentu menyediakan pembayaran digital.
Kalau membawa kendaraan pribadi, perhatikan area parkir dan jangan memaksakan parkir di lokasi yang mengganggu aktivitas warga. Menggunakan transportasi online juga bisa menjadi pilihan praktis, terutama jika kamu ingin berpindah dari satu kawasan Bandung ke kawasan lainnya.
Selain itu, jangan lupa memberikan ruang untuk eksplorasi spontan. Salah satu keseruan Cihapit justru berasal dari menemukan tempat makan atau sudut kawasan yang tidak ada dalam daftar awal.
Cihapit Kota Bandung paling cocok untuk kamu yang menyukai wisata dengan suasana lokal dan tidak terlalu formal. Kawasan ini bukan tempat yang menawarkan banyak wahana atau atraksi besar, tetapi punya pengalaman yang lebih sederhana: berjalan di pasar, mencicipi makanan, menikmati kopi, dan melihat aktivitas warga.
Kalau kamu suka wisata kuliner, Cihapit jelas menarik untuk dimasukkan ke itinerary. Sementara bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi Bandung dengan santai, kawasan ini juga bisa menjadi alternatif dari destinasi populer yang biasanya lebih ramai.
Jadi, kalau pertanyaannya Cihapit Bandung ada apa?, jawabannya bukan cuma Pasar Cihapit. Ada kuliner legendaris, jajanan tradisional, tempat makan kekinian, kedai kopi, serta suasana kawasan yang membuat perjalanan terasa lebih dekat dengan kehidupan lokal Bandung.
Kalau kamu sedang menyusun perjalanan Bandung, jangan berhenti di Cihapit saja. Kamu juga bisa mencari inspirasi perjalanan lainnya di Sekali.id, mulai dari rekomendasi kuliner, itinerary, hidden gem, sampai tips liburan yang bisa membantu kamu menyusun perjalanan berikutnya dengan lebih praktis.